Mbah Dim, Kiaiku

Malam senin di tahun 2011, saya merasa sudah lama sekali tidak sowan Abah (KH. Dimyati Rois, Kaliwungu). Untuk kalangan santri, saya tampaknya yang paling sering sowan meski sekadar salaman. Tradisi santri di Djagalan, untuk keluar ke pasar saja harus matur kepada Abah. Saya sering ikut para santri matur Abah meski tidak pernah ikut ke pasar. … Read more

Menonton JOKER, Membaca Ketololan dan Dialektika Sosial

Joker sempat menjadi bagian dari “ketololan sosial”, sebelum ia menunjukkan buku ‘Joker’s Joke Book‘ miliknya itu kepada psikolognya. Di sana ternyata tertulis; “Aku harap bisa mati yang lebih rasional daripada hidupku”. Setelah mengetahui kalimat itu, diketahuilah pula sebuah kejelasan; terjadi proses “kesadaran” atas sebuah “tragedi” yang selama ini dilematis dan menghantui kota Gotham. Kota sarat … Read more

Nyai yang Seniman dan Metal

Ketika saya ke Cirebon tahun 2012, saya antara lain ketemu sama Ubay Baequni, sastrawan setempat yang sempat meraih rekor MURI kategori pembacaan puisi terlama. Di ujung pertemuan, dia bilang ke saya harus ke Babakan, Ciwaringin, Cirebon. “Kamu harus sowan ke Nyai Masriyah. Kalau tidak bisa waktu dekat ini, suatu saat kamu harus ke sana”. Mendengar … Read more

Holden Caulfield dan Pemuda yang Kesepian

Sembari menikmati jus tomat di kantin Sekolah Pascasarjana UGM, Karta—teman sejurusan kuliah saya—membaca The Catcher in The Rye. Novel legendaris yang bercerita mengenai pemuda uring-uringan itu, dan ia tertawa terpingkal-pingkal. “Terjemahannya ini lho,” ia berkata seperti itu dengan ekspresi meringis menahan tawa. “Bayangin si tokoh utamanya, Holden Caulfield, pakai kata sableng, keparat, bangsat, hampir tiap … Read more

Imam al-Ghazali dan Keengganan Memutlakkan Pendapat

Sampai bab Beberapa Golongan Para Pencari di kitab al-Munqid min al-Dhalal, kita akan menemukan kalimat dari Imam al-Ghazali: “Tatkala Allah dengan anugerah dan keluasan pemberian-Nya, menyembuhkanku dari sakit ini, maka menurutku golongan para pencari itu ada empat” Dari kalimat di atas, kata “menurutku” paling menarik perhatian. Kenapa Imam al-Ghazali repot-repot menulis “menurutku”? Tampaknya beliau berpendapat, … Read more

Cita-citaku Penyair

Sekitar tahun 2010, saya sempat mengutarakan cita-cita terpendamku kepada ibu untuk menjadi penyair. Itu sesuatu yang sama sekali baru bagi ibu saya karena dalam tradisi keluarga belum pernah ada yang menjadikan penyair dan sejenisnya sebagai jalan hidup. Memang terdengar cukup main-main, tapi ibu saya saat itu menyuarakan tanggapannya dengan nada yang serius. Tanggapan yang hingga … Read more

Membaca Relasi Senior-Junior dalam PMII

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) lahir dari rahim NU. Walaupun pada perjalanannya melakukan pemisahan secara struktural dari Nahdlatul Ullama’ (NU), namun tradisi dan budaya NU tentu masih melekat di PMII, mungkin tak semuanya. Salah satu tradisi yang kadang diperdebatkan di kalangan PMII adalah tentang ketundukan. Bahwa dalam kultur NU,  ketundukan kepada kiai adalah suatu yang … Read more

Ketika Avatar Aang Berjumpa dengan Roh Hutan

Dalam sebuah perjalanan menuju Suku Air Utara, Avatar Aang dan teman-temannya berhenti di kawasan hutan yang hangus terbakar. Bukan suatu kebakaran alami karena terik matahari. Melainkan kebakaran yang disengaja oleh prajurit negara api yang membagi buta melakukan ekspansi. Setelah hutan terbakar, warga desa yang tinggal di pinggir hutan pun resah. Pasalnya setiap menjelang petang, muncul … Read more

Senandung Rindu dari Kairo untuk Alfadllu

Saya mondok di Djagalan tak seberapa lama untuk ukuran santri serius, hanya 10 tahun secara akumulasi, sebab ada era di mana saya sempat mbalelo tidak berangkat mondok dan hanya main-main saja di rumah. Saya tak termasuk golongan santri yang dalam kehidupannya di pesantren upyek terhadap kitab melulu, saya lebih sering cangkrukan di warung kopi. Kalau … Read more

Provokasi Ilmiah Kiai Haji Dimyati Rois

Ada tradisi turun temurun, menjelang liburan di pesantren Alfadllu, diantaranya ziarah ke makam Jabal bersama mustahik (wali kelas) dan munawib (guru-guru yang mengajar. Makam Jabal Kaliwungu Kendal terletak di selatan Pondok Alfadllu, bahkan bisa dikatakan berdampingan. Pertama biasanya para santri berziarah ke Makam Kiai Ibadullah Irfan, ayah dari Umi To’ah istri Abah Dimyati Rois. Lalu … Read more