Alfiyah Ibnu Malik, Kitab Panduan Menulis Bukan (Sekedar) Membaca!

Kalimat di atas sering penulis dengar di lingkungan pesantren, dan mungkin juga Anda? “Alfiyah itu tingkatannya musonnif (penulis/pengarang)” begitu kira-kira kata beberapa santri atau guru di pesantren. Mungkin memang demikian adanya. Alfiyah, umumnya di pesantren, diajarkan setelah santri mempelajari kitab-kitab nahwu seperti Jurumiyah dan Amriti. Alfiyah memang berbeda dengan dua kitab sebelumnya. Banyak memuat ragam … Read more

Tradisi Menyalin Kitab di Pesantren

Salah satu dari ragam tradisi di Pesantren adalah menyalin kitab atau karya ulama yang dikaji. Bahkan beberapa pesantren menjadikannya sebagai salah satu syarat santri bisa naik kelas. Contohnya adalah pesantren TPI al-Hidayah. Pesantren yang terletak di Desa Plumbon ini — salah satu desa di Kabupaten Batang — mewajibkan santri menyalin kitab-kitab yang dikaji dalam kelas … Read more

Alfiah Ibnu Mallik dan Nalar Keberagaman Orang Pesantren

Kenapa orang pesantren — walaupun mungkin tak semua — lebih bisa menerima kebaragaman, dalam arti tak gampang menjustifikasi salah kepada yang berbeda? Jawaban dari pertanyaan di atas tentu beragam dan kemungkinan juga ada banyak faktor. Salah satu faktornya bisa jadi adalah ngaji atau mempelajari kitab Alfiah karya Imam Ibnu Malik dari Andalusia. Kitab Alfiah merupakan … Read more

Provokasi Ilmiah Kiai Haji Dimyati Rois

Ada tradisi turun temurun, menjelang liburan di pesantren Alfadllu, diantaranya ziarah ke makam Jabal bersama mustahik (wali kelas) dan munawib (guru-guru yang mengajar. Makam Jabal Kaliwungu Kendal terletak di selatan Pondok Alfadllu, bahkan bisa dikatakan berdampingan. Pertama biasanya para santri berziarah ke Makam Kiai Ibadullah Irfan, ayah dari Umi To’ah istri Abah Dimyati Rois. Lalu … Read more

Tes Kesabaran Gus Miek Pada Mbah Hasyim

K.H. Chamim Djazuli atau terkenal dengan panggilan Gus Miek merupakan kiai nyentrik asal Kediri, Jawa Timur. Beliau merupakan putra K.H. Djazuli Ustman, pendiri Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo, Kediri. Di antara saudara-saudaranya, Gus Miek sejak kecil memang sudah dikenal menempuh lakon khariqul ‘adah (keluar dari adat kebiasaan masyarakat). Lakon itu beliau jalani hingga beliau dewasa, … Read more

Di Sawah, Kiai Ajarkan Cara Berdakwah

Menjelang sepertiga malam, kira-kira pukul dua dini hari, setelah menempuh perjalanan dari sore, kami berhenti sejenak sekedar mengisi perut, sebelum pulang ke desa masing-masing. Sambil menikmati ayam dan lele bakar di sebuah warung lamongan, di depan kantor kecamatan, kami berbincang dan berbagi cerita pengalaman dengan Kiai kami, yang sudah berusia 70-an. Ada santri paling sepuh … Read more

Kiai Haji Rofi’i: Santri Plumbon Tahun 50-an yang Gemar Silaturrahim

“Saya tak ingat betul kapan mulai nyantri di Plumbon. Yang jelas tahun 1960, saya sudah mondok di sana” begitu kira-kira cerita Kiai Rofi’i kepada Gus Tolkhah Danial, Kiai Askan Nawawi dan rombongan. Kiai Rofi’i ini santri Plumbon asal Desa Bulakan Kecamatan Belik Kebupaten Pemalang. Waktu beliau nyantri, bangunan pondok masih berupa rumah panggung dengan kayu. … Read more

Ketika Santri Mencuri Celana Kiainya

“Santri dulu itu lebih ‘nakal-nakal’ lo yai” kata Gus Fad “La bagaimana to Gus” tanya Kiai Manab “Santri dulu itu kadang sampai mencuri celana milik kiainya” jawab Gus Fad. Kata Gus Fad, pernah saat di sawah, kiai melihat santrinya memakai celana milik kiai. “Loh itu kan celanaku” kata Gus Fad menirukan kiai dalam ceritanya. “Geh … Read more

Mencari Akar Permasalahan (Sosial) Ala Kitab Tijan al-Darori

Akhir tahun kemarin (22/11/2015), penulis mengikuti sekolah tani yang diadakan oleh Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo (KSMW). Pemateri sekolah tani tidak lain adalah Sekretaris Yayasan Jawa Tengah Berdikari (YJB). Dalam memetakan problem-problem yang di alami petani, pemateri menggunakan metode siklis. Awalnya, para peserta diminta mengajukan problem-problem yang dialami petani di akar rumput, lalu dilanjutkan dengan membuat … Read more